Gelar Diskusi Pendidikan Politik Perempuan KOHATI Badko Jateng-DIY mendorong Perempuan aktif di ranah politik

KOHATI BADKO JATENG DIY
0

Semarang (23/09) Penguatan Sistem Implementasi Pemilu/Pemilukada, Kohati BADKO HMI Jateng  D.I.Yogyakarta bersama Kesbangpol Jawa Tengah berkomitmen mendorong politik yang memberikan jaminan kesetaraan dan akses terhadap perempuan, anak, difabel dan kelompok yang rentan. 

Kohati BADKO HMI Jawa  Jawa tengah-DIYogyakarta menginisiasi kegiatan penguatan peran perempuan dalam ranah politik  yang dilakukan pada tanggal  23 September 2022 bertempat di Wisma Pemda dengan tema "Saatnya Generasi Milenial Memilih".

Kegiatan ini dihadiri kurang lebih sekitar 80 peserta yang terdiri dari elemen organisasi perempuan. Hadir sebagai narasumber kepala badan kesbangpol yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Sulistyo Yuliutomo, S.Sos, M.M, Anggota DPD RI Casytha A Kathmandu, SE, M.Fin l, anggota DPRD Prov. Jateng Inna Hadianala, SE, Founder Indonesia Mampu Endah Cahya Imawati, M.Si



Kegiatan ini sebagai bagian dari ikhtiar untuk terus mendorong Perempuan terlibat aktif di ranah politik bukan hanya sekedar prosedural namun juga subtansi. melihat  realitas hari ini komposisi penduduk diisi oleh generasi milenial maka dibutuhkan penguatan pendidikan politik.  Hadirnya UU keterwakilan  minimal 30 persen bagi perempuan nyatanta belum mampu mendorong angka perwakilan perempuan di DPRD,  30 persen perwakilan perempuan di parlemen masih jauh dari angka tersebut. 

Data tertinggi penduduk di Jawa Tengah khususnya, diisi oleh generasi Z berjumlah 4.643.081 laki-laki dan 4.380.649 perempuan dan generasi milenial berjumlah 4.639-273 laki-laki dan 4 485.773 perempuan. Semakin banyaknya perempuan generasi Z dan milenial yang akan meramaikan pemilihan tahun 2024, dibutuhkan pendidikan politik khusus perempuan dalam menentukan pemimpin ke depannya.

 Ditengah Kegiatan juga dilakukan  penandatanganan Deklarasi yang bertajuk "Perempuan Cerdas Jawa Tengah Cegah Terorisme Jateng Gayeng", ada empat poin deklarasi: pertama, Bersama- sama mendorong kebijakan politik yang memberikan jaminan kesetaraan dan akses pada perempuan, anak, difabel, dan kelompok rentan lainnya; kedua, siap mewujudkan Jawa Tengah yang damai, kondusif dan sejahtera serta menolak segala bentuk hoax, politik identitas dan kekerasan terhadap perempuan dan anak; ketiga, menolak segala bentuk ekstrimisme berbasis kekerasan yang mengarah pada radikalisme dan terorisme; terakhir, bersama seluruh elemen masyarakat siap terlibat dalam gerakan kontra radikalisasi dan deradikalisadi di jawa tengah. 


Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)
To Top